Pasar Lemahabang Cirebon Terbakar, Kabupaten Cirebon, pada hari Kamis (5/12/2024) dini hari. Api dilaporkan mulai berkobar sekitar pukul 02.00 WIB, menghanguskan puluhan kios dan los di pasar tradisional yang menjadi pusat perekonomian warga tersebut. Kejadian ini menimbulkan kepanikan dan kerugian material yang sangat besar bagi para pedagang.
Saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak berwajib dan petugas terkait. Namun, berdasarkan keterangan awal dari sejumlah saksi dan petugas di lokasi, diduga kuat insiden ini dipicu oleh sambaran petir. Malam sebelumnya, kawasan Cirebon memang dilanda hujan lebat disertai kilat dan petir yang cukup intensif.
Dugaan sambaran petir ini diperkuat oleh waktu kejadian yang bertepatan dengan cuaca ekstrem serta titik awal api yang diduga berasal dari bagian atap salah satu bangunan. Sambaran listrik alami bertegangan tinggi tersebut diduga mengenai instalasi listrik atau struktur bangunan yang kemudian memicu percikan api pertama.
Dengan cepat, api menjalar ke kios-kios lainnya yang sebagian besar terbuat dari material kayu, seng, dan menyimpan banyak barang dagangan yang mudah terbakar seperti tekstil, plastik, dan peralatan rumah tangga. Angin malam turut memperparah penyebaran kobaran api, membuat upaya pemadaman di awal menjadi sangat sulit.
Para pedagang yang tinggal di sekitar pasar terbangun oleh kepulan asap tebal dan teriakan tanda bahaya. Mereka hanya bisa menyaksikan dengan perasaan sedih dan helpless sementara harta benda dan sumber mata pencaharian mereka dilalap si jago merah. Suasana duka dan keputusasaan begitu terasa di lokasi kejadian.
Tim pemadam kebakaran (Damkar) dari Kabupaten Cirebon dan beberapa unit dari wilayah sekitarnya dikerahkan ke lokasi. Mereka berjuang keras memadamkan api yang sudah membesar. Tantangan utama adalah akses air dan sempitnya lorong-lorong pasar yang menyulitkan mobil pemadam.
Upaya pemadaman terbantu ketika hujan yang turun setelah kejadian membantu meredakan intensitas api. Setelah berjam-jam berjuang, kobaran api akhirnya bisa dikendalikan dan dipadamkan total. Namun, kondisi pasar sudah berubah menjadi puing-puing hangus dan besi berkelok.

Baca Juga : Gelagat Partai Politik Mau Atur Pilkada Lewat DPRD
Data sementara yang dihimpun oleh aparat setempat dan pihak pasar menunjukkan bahwa puluhan kios mengalami kerusakan total. Kerugian material diperkirakan mencapai miliaran rupiah, mengingat nilai barang dagangan dan bangunan yang musnah. Belum lagi kerugian immateriil berupa hilangnya sumber pendapatan para pedagang.
Pasca kebakaran, Pemerintah Kabupaten Cirebon melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi serta BPBD turun langsung mengevaluasi kerusakan dan memberikan penanganan pertama. Assessment dilakukan untuk mendata jumlah pedagang yang terkena dampak dan besaran kerugian secara detail.
Bantuan darurat seperti sembako, tenda pengungsian, dan kebutuhan pokok lainnya mulai disalurkan kepada para pedagang yang kehilangan mata pencaharian. Pemerintah setempat juga berkoordinasi untuk penanganan psikologis dan penyediaan bantuan modal usaha sementara.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan pasar tradisional terhadap bahaya kebakaran. Faktor seperti kepadatan bangunan, material yang mudah terbakar, instalasi listrik yang kerap tidak terawat, dan minimnya sistem proteksi kebakaran menjadi perhatian serius.
Dugaan penyebab sambaran petir juga mengingatkan pentingnya sistem penangkal petir (lightning rod) yang memadai pada bangunan-bangunan publik, termasuk pasar. Pemeriksaan dan pemasangan alat proteksi tersebut perlu menjadi prioritas untuk mencegah terulangnya musibah serupa.
Para pedagang pun berharap adanya komitmen pembangunan kembali (rekonstruksi) pasar dengan standar keamanan yang lebih baik. Mereka meminta pasar baru dirancang dengan memperhatikan jalur evakuasi, titik air, sistem kelistrikan yang aman, dan proteksi kebakaran yang komprehensif.
Kejadian di Pasar Lemahabang ini merupakan tamparan keras bagi perekonomian rakyat kecil di daerah tersebut. Butuh waktu yang tidak sebentar bagi para pedagang untuk bisa bangkit dan berjualan kembali, sambil menunggu kepastian rehabilitasi dari pemerintah.
Pasar Lemahabang Cirebon Terbakar yang diduga diawali sambaran petir ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya mitigasi bencana dan standar keselamatan pada infrastruktur publik. Solidaritas dan bantuan dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk membantu ratusan keluarga pedagang bertahan dan bangkit kembali dari keterpurukan










